Welcome To My Trash
One day my daughter might come up to me and say, “Mom, I’m fat/ugly/whatever.”
And I will take her to the grocery store. I’ll show her all of the different sizes and shapes of her favorite fruits. And I’ll tell her, “Now, what’s more important? The way the fruit looks, or the way the fruit tastes?” And she’ll say, “Well, I guess the way they taste is more important.” And I’ll say, “That’s right. It doesn’t matter what size you are or how you look on the outside, as long as you’re sweet and delicious on the inside. Because you can be the prettiest looking apple in the whole store, but if you’re rotten on the inside then they will just spit you out.”
^ that’s a very good analogy
so remember kids
no matter what you look like on the outside
someone is still going to eat you
My lovely followers, please follow this blog immediately!
(Source: healthy-food)
(via anrahmawati)
Ketika orang -orang yang sangat dipercaya dan ya mungkin bisa kita sebut mereka sebagai sahabat “berulah”, apa yg akan dilakukan? Jika pertanyaan itu diajukan kepada saya, saya akan menjawab “selalu ada kesempatan dan keterbukaan karna sahabat adalah keluarga kedua saya”. Tapi apa smua org termasuk sahabat saya berpikiran yang sama dengan saya? hanya merka dan allah yang tau smua.
Saya tau saya gak sempurna karna saya manusia biasa, selalu ada kekhilafan dan kesalahan yg dluar kendali diri saya, saya gak minta untuk dimaklumi atas karakter saya yg mungkin kurang berkenan di hati, tp tolong liat keadaan dari berbagai sisi. Apa gunanya berteman ber tahun-tahun kalo komunikasi ternyata masih menjadi masalah utama?
Jika banyak kata, perbuatan dan segala sesuatu nya kurang berkenan dan telah menyinggung, saya minta maaf krna pada dasarnya saya manusia biasa, bkn nabi atau rosul yg ketika berbuat kesalahan langsung ditegur pada saat itu.
Well. I’m give up. Good bye My (maybe) bestfriend. :”“

